Kumpulan Cerita Mini

 

Cecilia dan Rose

Nada Safaira Kelas IXB

Di kebun ada sebuah bunga yang bernama Rose.  Indah Merah merekah. Orang memanggilnya Rose Brand.  Suatu hari tiba-tiba datanglah Cecilia ke kebun,  dia ingin mencabut bunga tersebut untuk di perlihatkan kepada teman-temannya. Namun Cecilia terkejut menghentikan langkahnya. Terdengar lirih seseorang terisak seraya berkata, “Wahai anak tuanku jangan lah kau cabut aku dari pot!” ibanya. Cecilia tertekun bunga Rose bisa berbicara. “Hai bunga mengapa kau menangis?”sahut Cecilia agak terbata-bata. Rose pun menjawab, “karena aku sayang pada tuanku yang telah menjaga dan merawat ku!”.  “Baiklah  rose aku berjanji akan menjagamu!”balas Cecilia meninggalkan Rose yang tertiup angin.

Rasa  Yang Terpendam

 Ubaid Hasiib Alaudin Kelas IXA

Udin adalah sosok laki laki yang baik dan ramah.  Dia rajin belajar dan juga pintar. Dengan kelebihan nya itu di sukai oleh banyak wanita di sekolahanya. Tetapi Udin tidak senang dengan hal itu karena Udin mencintai 1 wanita yang bernama Naila, la memendam rasa sukanya sejak duduk di bangku kelas 10 hingga kini naik ke kelas 12.  Sayangnya  Naila sudah mencintai orang lain yamg bernama Yogi, jadi udin tidak berani mengungkapkan perasaanya.

 Setelah lulus SMA Udin melanjutkan ke universitas ternama yaitu UI (Universitas Indonesia). Dia masuk predikat mahasiswa yang pintar dan baik. Menjabat sebagai  ketua Badan Executive Mahasiswa. Tentunya Dia banyak digandrungi oleh teman-teman ceweknya. Walau teman ceweknya tak kalah cantik dengan Naila namun Udin masih memikirkan dan menyimpan perasaannya dan berharap bisa bersamanya.

                Suatu waktu tak sengaja Udin bertemu dengan  Naila. Ada rasa bungah di relung hatinya. Ingin rasanya Udin menumpahkan segenap rasa yang terpendam. Namun Ia urungkan, bibirnya tak mampu berucap. Hanya binar matanya mewakili ungkapan rasa yang terselip didada.

Si Paling Insecure Yang Baik Hati

Roikatul Jannah Kelas IXB

Suatu pagi ada seorang perempuan yang sedang jalan sambil menunduk menyusuri kelas. Ia bernama Yola. Karena merasa bahwa la orang yang paling buruk di sekolahnya

Eh ,sorry “ Aku nga sengaja ” ujar petempuan yang tak sengaja menabraknya. “ Iya nga papa !”ucap Yola. Yola tak menghiraukan lawan bicaranya la terus saja berjalan. “ Dia siapa yah?, ko langsung pergi gitu aja,  aneh!“ gerutu Ara melenggang masuk kelas.

                Ara adalah murid pindahan dari SMA pancasila, tanpa sengaja dia sekelas bersama Yola. Di sekolah Ara selalu memperhatikan gerak-gerik Yola. Dia berfikir Yola itu tipikal yang sombong dan suka membully orang orang. Tapi ternyata dia salah. Yola pendiam dan baik hati. Tak sengaja Ara melihat Yola membantu orang orang yang buta,lumpuh dan tunanetra ketika mereka ingin menyebrang dan berbagi makanan.

  “Mengapa ya si Yola selalu nunduk terus kalo di jalan ? “ gumam Ara memandang Yola penasaran.  ehm kayanya aku harus bisa dekatin dia deh ? “ pikir Ara dalam hati. Dilihatnya Yola duduk seorang diri di sudut kantin. Ara bergegas menghampirinya.  Yola bangkit dari temapat duduknya bermaksud menghindar pergi. Tetapi ara langsung memegang pergelangan tangannya, “ kenapa yah Ara? “ ucapnya gugup. “Kamu mengapa tidak mau berteman dengan yang lain? “ celoteh Ara. “Bukanya aku tak mau berteman “ sahut Yola, “ lantas mangapa ? “ bantah Ara. “ Aku tak pantas punya teman, aku jelek “ ujar Yola,  “coba kau lihat mata aku “ kata Ara matanya mendelik.

Yola menatap Ara tanpa berkedip “ Masya Allah,  kamu cantik Yola “ mata Ara terbelalak. Tiiiidaaaaak aku ini  jelek “ celoteh yola. “ kamu itu haruS PEDE,  banyak bersyukur bukan nya insecure “  kata Ara menenangkan.  “ kamu itu cantik dan baik hati ko “  tambahnya lagi “ Apa iya? “ kata Yola, “ iya “ ucap Ara meyakinkan. “ Bagaimana kalo kita berteman saja?”ucap Ara menggenggam tangan Yola. “ Sungguh kau  ingin jadi berteman denganku Ara?” tanya Yola menatap Ara penuh selidik. “ Iya, nanti akubakal sering “ deh ajak ke remaja mesjid sambil mendengar ceramah motivasi buat kamu “ balas Ara tersenyum. “ ok, baiklah “ ucap Yola girang.

                Setelah itu Ara dan yola menjadi teman bahkan sahabat yang selalu ada dan selalu  mengerti keadaan sesama. Hidup itu takan terus pahit dan takan terus manis, nyatanya kahidupan itu tak pernah pahit apa yang kita fikir, selagi kita berani untuk selalu menjalani hidup dengan penuh keyakinan. Karena takdir telah di terukir akan selalu indah dan pada apa yang kit apikir. Dan aku bersyukur Tuhan mengirim seseorang yang tulus menyayangiku

Cape Banget Loo

Najla Hurin’in Kelas VIII

Pada hari kamis Najla memberikan buku puisi kepada ka Hasan, karena katanya, ka hasan pinjem buku itu untuk tugas dari Kyai Agus Talik. Ka hasan tau nga buku puisi itu dari Irshad, mungkin Irshad cerita ke ka hasan kali yah....wkwkwk

 Pada siang hariny Irshad ngomomg terus “ Najla buku nya mana ? “ kata Irshad. Karena najla sudah kesel mendengar Irshad ngomong terus akhir nya Najla ngomong “ diam cobaa, kamu tuh ngomong aja. Udah aku kasih ko “ kata Najla sambil agak ngegas. “ ooh, iya maaf . ya udah makasih “ kata Irshad sambil menunduk. “ Hm “ kata najla. Akhirnya kelas nga berisik  karna Irshad sudah berhenti ngomong.

Dari cerita ini kita bisa ambil kesimpulan bahwa sesuatu itu harus di obrolkan di kordinasikan dulu agar tidak terjadi ke salahfahaman antar sesama. Dan juga tidak terjadi perdebatan yang tiada akhirnya.

HAPPINESS DAY

Adzkyatun Naziroh  IXB

               Di suatu pagi yang cerah dengan pemandangan alam yang begitu menakjubkan untuk di pandang oleh mata yang sangat jernih. Pada hari kamis dimana santri kayuwalang sangat berbahagia dikarenakan mereka semua akan melaksanakan Wisuda Tahfizh pada tahun 2022. Pada pukul 07.00, kita semua berangkat menuju Hotel Zamrud dengan mengendarai mobil angkutan umum dengan pakaian yang serba hitam dengan menggunakan jilbab kembaran sesuai dengan jumlah hafalan yang mereka punyai. Sesaat sampai di Hotel Zamrud, kita turun dan keluar dari mobil angkutan umum   untuk memasuki ruangan yang ingin kita tempati. Tibalah semua santri kayuwalang di ruangan Watu Giok, aku menduduki kursi paling belakang dengan rasa kebahagiaan.

Beberapa menit kemudian para wali santri berhamburan datang untuk menyaksikan acara – acara Wisuda Tahfizh dan Haflah Akhirussanah. Dan disitulah acara dimulai, dari sekian banyaknya rangkaian acara wisuda telah dilaksanakan dengan lancar dan baik. Pada pukul 12.00 lebih acara pun selesai. Aku melaksanakan sholat terlebih dahulu karena sholat lebih penting dari pada kegiatan yang lain. Acara berakhir hingga selepas dzuhur. Setelah acara penutupan selesai aku lebih memilih untuk foto – foto sebagai kenangan ketika sudah lulus nanti. Pun Aku menyempatkan foto bersama orang tua temanku. Senang rasanya Aku dipujinya. Temanku hendak berfoto namun keburu pergi

  Aku menyusuri pelataran Hotel Zamrud dan segera memesan ojol untuk kendaraan pulang menuju rumah, beberapa menit kemudian abang ojol tiba.  Sayangnya ternyata alamat yang ditujukan salah akhirnya nyasar. Setelah sadar  Aku menggantinya dengan alamat yang baru dan benar. Aku menaiki motor ojol dengan hati – hati karena aku membawa banyak barang bawaan yaitu berupa piagam penghargaan, sertifikat, makanan serta minuman. Sungguh pengalaman yang akan selalu kuingat.

Hadiah Yang Tak Terduga

Naurah Nur Atifah

              Di suatu malam yang sangat dingin, berdirilah seorang gadis kecil di depan toko boneka. Ia bernama Layla. Dia melihat boneka yang sangat lucu, la sangat ingin memiliki boneka tersebut. Tetapi la tidak mempunyai uang “ wah, ada boneka lucu aku mau beli, tetapi aku tidak mempunyai uang untuk membelinya. Akhirnya la memutuskan untuk pulang. Ia mempunyai rumah yang sangat sederhana.

 la tinggal bersama kakek dan neneknya. Setelah sarapan la bergegas pergi seraya berpamitan, “ nek,kek,aku berangkat dulu ya “ serunya sambil mencium tangan keriput kakek neneknya bergantian. “ Iya, Layla hati hati di jalan ya, oh iya ini nenek punya sedikit uang buat kamu jajan “ ungkap neneknya tersenyum.“Maksih nek! “ sahut Layla melambaikan tangan melenggang pergi.

             Sesampainya di sekolah, la langsung masuk ke kelas karna bel sudah berbunyi.  la belajar dengan tekun, la tergolong  anak  cerdas, berparas cantik di kelasnya. Oleh karenanya Ia sering mewakili sekolah dalam berbagai ajang perlombaan. Pekan lalu la mengikuti olimpiade science senasional di Banten. Ia menyabet juara 1 dan mendapatkan trofi sertifikat + uang pembinaan.  Ia senang kerja kerasnya berbuah manis.

                Bel istirahat telah berbunyi, waktunya istirahat. Layla hendak jajan ke kantin namun Ia urungkan. Benaknya teringat boneka yang terpajang di ujung jalan. Ah mending disimpan buat beli boneka gumamnya dalam hati.

                Beberapa bulan kemudian tepatnya tanggal 10 Juli Ia berulang tahun. Nenek kakeknya mengajak makan malam bersama. Mereka jarang makan diluar. Oleh karenanya bagi Layla momen ini sangatlah istimewa. Ia melahap menu favorit yang disajikan tanpa malu-malu. Kedua orang tuanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah lucunya

“Layla, kakek nenek ada surprise loh buat kamu!” seloroh kakek sesampainya di rumah. “Tunggu dulu!” cegah nenek menutup mata Layla dengan kedua tangannya menuju kamar Layla.”Tralaaaaaaaaa” teriak kakek memekik keheningan. Layla mendelik ke arah benda yang tak asing baginya. Sebuah kado berbalut pita indah berwarna Pink. Ia sontak histeris bercampur bahagia,“wah boneka beruang!” tangannya mendekap erat.”Belajar yang rajin ya!” ucap kakek nenek mengelus kepala Layla. Terimakasih ya Allah atas segala karunianya gumam Layla mengucap syukur.

-------

 

                     

 

 

 

                                                                          

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut Ilmu di Pesantren by Syahrul Imam Fachrurozi

Aku Kamu Kita Peduli by Ance Wulan Nurfarida

Implementasi Program Maghrib Mengaji di Kota Cirebon by Agus Talik, S.Ag