Cinta Sosial Media by Ibnu Mubarok

 

Cinta Sosial Media

      Canggihnya teknologi zaman now tanpa diiringi dengan penanaman pendidikan agama yang baik akan menjadi boomerang yang akan menjerumuskan mereka kedalam limbah kenistaan. Tentunya hal ini juga dapat diantisipasi  adanya  peran orang tua yang harus lebih ekstra mengawasi dan mengamati gerak gerik perilaku anak-anaknya terutama yang menginjak remaja. Agar dapat meminimalisir dampak negatif yang diakibatkan oleh arus deras kemajuan jaman.

Salah satu buah karya peradaban manusia yang populer adalah gadget. Handphone saat ini bukan lagi merupakan barang lux. Hampir semua kalangan menjadi konsumen setia, bahkan ada yang mengatakan bahwa tiada gadget sehari dunia terasa mati. Begitu pentingnya saat ini peranan gadget. Perangai manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang serba instan dan cepat menjadi dasar penggunaan gadget.

Salah satu alat komunikasi yang familiar digunakan remaja adalah media sosial. Mereka menjadi sasaran empuk yang dijadikan konsumen tetap. Hasil pengamatan peristiwa yang berasal dari berbagai sumber media massa,  banyak modus kejahatan kriminal dan penipuan berawal dari media sosial. Untuk itu perlu kewaspadaan dalam penggunaan medsos jangan sampai hanya kenal sepintas belum tahu seluk beluknya langsung percaya.

Berikut ini salah satu contoh tragedi yang dikutip dari surat kabar.  Tersebutlah Dua orang remaja yang sedang kasmaran. Si cowok bernama Lian dan ceweknya bernama Rani. Mereka kenal di akun facebook. Awalnya hanya teman biasa saling add pertemanan, like and comment status satu sama lain. Merasa ada kecocokan berlanjut bertukar nomer whatsapp. Mereka makin intens berkomunikasi.

          Tak terasa uda berbulan-bulan mereka menjalin hubungan.  Ada rasa penasaran satu dengan yang lain. Karena mereka belum pernah melihat rupa dan wajah secara langsung. Hanya gambar visualisasi penuh dengan efek editan. Akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu di suatu tempat. Rencanapun dibuat sedemikian rupa. Dari tempat hingga baju yang mereka kenakan. Agar terkesan sempurna.

          Waktu yang ditentukanpun tiba. Sesuai kesepakatan bersama mereka bertemu di sebuah taman kota. Walau belum pernah bertemu sebelumnya bisa dikenali dari baju yang dipakainya. Dari jauh Lian tersenyum gembira melihat Rani sudah datang menunggunya. Dipanggilnya Rani dari kejauhan dengan teriakan sekencang-kencangnya. “Raaaniiiiiii! Ucap Lian setengah berlari. Rani matanya pecicilan mencari sumber suara yang yang memanggilnya. Tapi begitu tinggal beberapa langkah Lian dengan tergesa-gesa menghentikan langkah kakinya. “Elo?bukannya lo anak paman gue?seloroh Lian sesampainya ditempat. Rani pun begitu kaget melihat wajah Lian seraya berkata,”ehhh lo kan anak uwak gue!” Hadehhhh ko beda dengan yang difoto sih! Sahut Rani merengut.

          “Yaelah namanya juga foto editan lebih bagus dari aslinya!” balas Lian. Akhirnya mereka saling menunduk diam menyesali apa yang terjadi. Meninggalkan taman dengan rasa yang sulit diungkapkan. Hadehhhhh cinta media sosial tak seindah ekspektasi.


 Profil Penulis

Ibnu Mubarok lahir di Cirebon, 15 Desember 2007 saat ini menempuh pendidikan di SMPIT Pesantren Qur'an Kayuwalang duduk di kelas IXA. Hobi membaca dan bercita-cita menjadi Insinyur

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menuntut Ilmu di Pesantren by Syahrul Imam Fachrurozi

Aku Kamu Kita Peduli by Ance Wulan Nurfarida

Implementasi Program Maghrib Mengaji di Kota Cirebon by Agus Talik, S.Ag